Rabu, 05 Juli 2017

Sistem Hidroponik Non Sirkulasi

Salah satu sistem hidroponik yang paling sederhana dan cocok diaplikasikan untuk hobbies / home adalah sistem non sirkulasi seperti sistem Wick atau sistem "guyurphonic".

Sawi Samhong Jade di pot panjang


Konsep nya sangat sederhana, Anda hanya membutuhkan clay pebble, nutrisi daun, pot / wadah dan pelindung panas jaring paranet hitam 50%.
Wadah pot harus diisi penuh dengan clay pebble, semakin banyak clay semakin baik karena batu clay membantu menurunkan suhu air disaat cuaca panas terik, jika clay sedikit pertumbuhan sayur kurang optimal.
Pemasangan jaring paranet hitam sangat penting disaat cuaca panas terik, karena ini adalah sistem non sirkulasi (air tidak bergerak), peningkatan suhu air (panas) akan menyebabkan pH cepat naik dan air menjadi jenuh, daun tanaman akan cepat menguning, seperti yang saya ulas sebelumnya volume clay pebble semakin banyak semakin baik buat akar tanaman selain menurunkan suhu air.
Lakukan pengecekan ppm dan pH dan volume air nutrisi setiap hari, biasanya hari pertama pemberian nutrisi, hari kedua dan ketiga cukup dengan air putih plus penurun pH (HNO2 atau H2SO4), selanjutnya penambahan ppm nutrisi jika diperlukan, selang 3 atau 4 hari kemudian cukup dengan air putih plus penurun pH, dan seterusnya.

Modifikasi wadah dengan penambahan Seal karet dan pipa bening untuk melihat ketinggian air nutrisi



Plus - Minus Sayuran hidroponik dengan Sistem non sirkulasi :

Minus : 

1. Delay panen - selisih bisa 1 minggu dengan sistem sirkulasi.

2. Ukuran / size tidak sama - bentuk tanaman tidak terlalu "cantik" karena jarak tanam berhimpitan. 

3. Tidak kuat terhadap panas (sinar matahari berlebih), lebih cocok diaplikasikan di daerah sejuk, daerah panas mesti memasang paranet hitam.

Plus : 

1. Maintenance lebih simpel, pasca panen tidak perlu repot sikat lumut ( i hate sikat lumut..he..he..khusus nya pemakai talang atau gully).

2. Tidak membutuhkan listrik / pompa, Aerator, murah meriah

3. Proses persemaian lebih cepat dan nggak ribet, bisa langsung tabur seperti bayam, kangkung, untuk keluarga sawi atau lettuce perlu disemai di rockwool.

4. Media tanam ( clay pebble ) bisa dipakai berulang ulang - unlimited.

5. Kualitas rasa / taste sayur sama dengan sayur sistem sirkulasi tergantung settingan ppm / ec dan pH.

6. Cocok untuk hobbies / home, yang penting bisa konsumsi sayuran rutin dan nggak repot, proses nanam kalo terlalu ribet lebih baik beli aja di supermarket, sekarang sayuran hidroponik tersedia lengkap, harga murah.

Pakchoy di pot panjang


Sawi Bunga di wadah baskom


Tatsoi Fugui di wadah baskom


 Kangkung di wadah baskom



Bayam dengan media Perlite


Media tanam yang biasa kami pakai adalah Clay Pebble merek Hydro dan Perlite, media ini sangat steril dan bisa dipakai berulang ulang khusus nya clay pebble Hydro, setelah panen cukup dibilas dengan air bersih saja.

Clay Pebble merek Hydro, made in EC ( European community)


Rabu, 24 Mei 2017

Bertanam Melon secara Hidroponik skala Rumah.



Melon (Cucumis melo)

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae, banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. 

Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.
Produsen melon dunia: China, Iran, Turki dan Amerika menguasai 57% pasar melon dunia


Tanaman semusim, merambat tetapi menjalar, tidak memanjat. Daun berbentuk menjari dengan lekuk moderat sehingga seperti lingkaran bersudut. Batangnya tidak berkayu.

Tumbuhan ini berumah satu dengan bunga dua tipe : bunga Jantan dan bunga betina (Hermafrodit). Bunga Jantan muncul biasanya pada saat tanaman masih muda atau tumbuhnya kurang baik (kurang cahaya matahari, dll).

Buah bertipe Pepo (pada biji terdapat lapisan tipis yang menyelimutinya - lendir) , bagian mesokarp menebal menjadi daging buah yang berair, pemuliaan diarahkan pada daging buah yang tebal ,manis serta harum.

Klasifikasi tanaman Melon :

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucumis
Spesies: C. melo
Nama binomial: Cucumis melo

Proses pemangkasan perlu dilakukan supaya hasil buah maximal dalam hal bobot dan level brix, rekomendasi 1 pohon 1 buah untuk mendapatkan kualitas bobot buah dan level brix tinggi (manis).

Jenis Jenis Melon :
Untuk memudahkan sistem penanaman & pengelompokan melon, para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe, yaitu:

1) Tipe Netted-Melon

Ciri-ciri: kulit buah keras, kasar, berurat & bergambar seperti jala (net); aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon; lebih cepat masak antara 75–90 hari; awet & tahan lama untuk disimpan.

Varietas: Cucumis melo var. reticulatus, buah kecil, berurat seperti jala & harum; 
Cucumis melo var. cantelupensis, buah besar, kulit bersisik & harum.


2) Tipe Winter-Melon

Ciri-ciri: kulit buah halus, mengkilat & aroma buah tidak harum; buah lambat untuk masak antara 90–120 hari; mudah rusak & tidak tahan lama untuk disimpan; rasa buah manis.


Varietas: 

Cucumis melo var. inodorous, kulit buah halus, buah memanjang dengan diameter 2,5–7,5 cm; 
Cucumis melo var. flexuosus, permukaan buah halus, buah memanjang antar 35–70 cm; 
Cucumis melo var. dudain, ukuran kecil-kecil, sering untuk tanaman hias;
Cucumis melo var. chito, ukuran buah sebesar jeruk lemon, sering digunakan sebagai tanaman hias.

Beberapa melon yang sering dibududayakan di Indonesia:

Jenis Golden : Apollo, Kinanti, Eagle, Alisha

Jenis Rock / Net : Sky Rocket, Carribian

Jenis Madu / Honey : Honey Globe, Adinda, Piel  de Sapo

Proses semai bibit pada dasarnya sama dengan tanaman lain, semai di rockwool sampai berdaun 4 dan siap pindah ke pot dengan media Hydrocorn / Clay Pebble, maximal EC bisa mencapai EC 2.3 , tergantung kondisi suhu dan kelembapan juga, kelembapan yang disaranin antara 50%-75%.
Jika terlihat di pinggiran daun gosong / hangus, secepatnya diturunkan nilai EC nya dibawah 2.0.

Pemilihan bibit dan penyemaian :

1. Pilihlah benih dengan varietas F1 dan cocok dengan kondisi lingkungan 

2. Lihat tanggal produksi dan masa kadarluarsanya

3. Rendam terlebih dahulu bibit ke dalam air bersih selama 12 jam

4. Tiris dan tutup dengan plastik supaya lembab

5. Biarkan 2x24 jam

6. Bila sudah muncul calon akar segera dijemur sinar matahari langsung 

7. Seleksi calon bibit, pilih yang paling cepat tumbuh, bongsor.

8. Jika jumlah tanaman yang mau ditanam adalah 6 titik, maka semailah sekitar 10-12 biji supaya Anda bisa menyeleksi kualitas bibit, jangan banyak perhitungan, jikalau dipaksa nanam dengan bibit yang kualitas kurang baik akan membuang buang waktu, tenaga, pikiran dan nutrisi.




Syarat tumbuh Melon yang optimal:

Tanaman melon memerlukan suhu yg optimal untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 18–35 derajat C. Tanaman melon tidak dapat tumbuh optimal apabila kurang dari 12 derajat Celsius.

Ketinggian tidak melebihi dari 900 meter dpl

Angin yg bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon, dapat mematahkan tangkai daun, tangkai buah & batang tanaman. 

Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk & dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi patogen. Saat tanaman melon menjelang panen, akan mengurangi kadar gula dalam buah.

Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya antara 8 -10 jam / hari

Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Kelembaban yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan, kualitas buah dan kendala penyakit. 

Media tanam harus bersifat inert, porous dan steril 

pH 5.5 – 6.5, Kelembapan 50% - 70%




Media tanam yang bisa dipakai ; bersifat "Inert", antara lain :

1. Campuran antara Cocopeat 60% dan Sekam Bakar 40%.

Maximal pemakaian berulang sebanyak 2x setelah itu harus diganti baru.

2. Media tanam Inert lainnya: Clay Pebble, Hydrocorn, Perlite + Vermiculite.

Setelah dicuci dan dibilas dengan air bersih, bisa langsung dipergunakan, bisa dipakai seumur hidup, kalaupun berkurang, cukup ditambah saja.


Luas dan persyaratan tempat (hobi) :

1. Luas minimal dalam skala hobi antara populasi 5 sampai 6 titik adalah 6 meter (2m x 3m) 

2. Kecukupan sinar matahari antara 8 – 10 jam / hari.

3. Tidak ada pohon besar di dalam area tanam.

4. Berada di ketinggian 30 – 400 meter dpl untuk optimalisasi pertumbuhan.

5. Optional : memakai atap transparan, menghalangi air hujan, sinar matahari tetap masuk, jika tidak memakai atap, harus konsisten melakukan penyemprotan hama khususnya fungisida dan hindari menanam - off dulu di saat masuk musim hujan.


Ada 3 sistem tanam Hidroponik yang bisa diplikasikan di rumah yang akan dijelaskan di artikel ini :

1. Dengan Automation System, EBB Flow.
2. Dengan Air Sirkulasi - Dutch Bucket
3. Dengan Manual System - Guyurponik.


1.1 Skala Hobi dengan Automation System EBB Flow




1.2 Kelebihan menggunakan sistem EBB & Flow :

1. Tanaman mendapat suplai air, oksigen, dan nutrisi secara periodik
2. Suplai oksigen lebih baik karena terbawa air pasang dan surut
3. Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman 
4. Kualitas nutrisi dan pH air nutrisi lebih stabil, suhu lebih terkontrol 
5. Hemat listrik : 1 hari 17x pasang surut selama 25 menit 
6. Menggunakan media Hydrocorn


1.3 Media tanam Inert : Clay Pebble, Hydrocorn, Perlite, Vermiculite.

Cocok  untuk tanaman / sayuran buah yang jangka panjang seperti Melon,Tomat, Terong, Cabe, dll

Isilah sebanyak mungkin Hydrocorn ke dalam pot, jangan terlalu "pelit" karena semakin banyak Hydrocorn semakin bagus pertumbuhan akar, saya pernah membandingkan pertumbuhan tanaman tomat dengan clay sedikit dan clay banyak, hasil pertumbuhannya sangat berbeda, untuk saat ini per pot saya memakai 6 liter hydrocorn sebagai media tanam.
Siapkan penurun pH - H3PO4 (asam phospat) jika pH air nutrisi tinggi.




2.1 Sistem Dutch Bucket dengan Air Sirkulasi.

Pemberian larutan nutrisi AB Mix secara tersirkulasi, jadi tidak ada air dan nutrisi yang terbuang. Membutuhkan media tanam yang tidak larut dalam air dan juga tidak menyumbat pompa serta tidak mempengaruhi kandungan nutrisi.

Kondisi tanaman terlalu rimbun mempengaruhi kualitas buah.
Segera pangkas daun yang terlalu rimbun.


1.2. Media tanam Inert : Clay Pebble, Hydrocorn.

1.3 Dengan memakai box ice cream bekas sebagai pengganti bucket.

Air nutrisi di sirkulasi 24 jam menggunakan pompa kecil, perhatikan bak penmpungan air nutrisi jangan terpapar sinat matahari berterusan, suhu panas akan menurunkan pH nutrisi yang akan berakibat mengganggu penyerapan akar tanaman, usahakan bak penampungan air nutrisi di letakan di tempat teduh dan sejuk, pengaruh suhu air nutrisi sangat mempengaruhi kualitas tumbuh tanaman melon (sangat penting).


Penggunaan EC tinggi akan meningkatkan rasa manis buah (brix) di atas EC 2.5 tetapi perhatikan kondisi suhu, jika suhu panas berlebihan lebih baik diturunin nilai EC nya (daun gampang hangus), rekomendasi aman di kisaran EC 2.0 - EC 2.2.

3.1  Dengan Manual System - Guyurponik.

Sistem tanam hidroponik yang paling sederhana, tanpa listrik, berlaku jika memang ada waktu dan tenaga untuk menyiramnya, dengan intensitas siram:

A. Fase Vegetatif :

- 1 hari 3x @150ml per pohon
- EC 1.2 - 1.5

B. Fase Generatif - mulai keluar buah :

- 1 hari 3x @300ml per pohon
- EC 1.8 - 2.2 

3.2 Media tanam Inert : Cocopeat 60% dan Sekam Bakar 40%.

Media tersebut harus di fermentasi terlebih dahulu dengan EM4 dan molase / gula pasir jika menggunakan cocopeat yang umum tersedia di pasaran, setelah fermentasi tunggu 1 bulan baru digunakan.

Menggunakan Planterbag ukuran 20 liter @5 titik sebagai wadah tanam.

Beberapa metan cocopeat mengandung zat tannin (EC tinggi) yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman - pilih cocopeat dengan EC rendah, tersedia juga di pasaran - harga sedikit lebih mahal dibanding cocopeat yang pada umumnya. 


Panjang rambatan maximal 3 meter

Dibuahkan di ruas 10-12




Kekurangan paparan sinar matahari akan berpengaruh ke pertumbuhan bunga, akan lebih banyak bunga jantan yang muncul dibandingkan bunga betina.

Perkawinan Buatan

Bunga Jantan & Bunga Betina

Seleksi calon buah


Hama dan penyakit tanaman tanaman Melon :

1. Powdery Mildew
2. Downy Mildew
3. Layu Bakteri
4. Leaf Miner
5. Kumbang daun (oteng oteng)
6. Aphids
7. Thrips
8. Kutu Kebul
9. Tungau / Spider Mites
10. Ulat Grayak

Pencegahan cendawan Powdery Mildew dan Downy Mildew bisa memakai fungisida merek Amistartop, Ridomil Gold dan Nimrod, tiga jenis ini dipakai bergantian agar tidak resistance plus tambahan fungisida kontak Antracol. ( 2x systemik dan 1x kontak ).
Sedangkan untuk lalat buah, saya lebih suka memakai tempelan kertas berwarna kuning ( Yellow Trap ) untuk menarik lalat buah dan terperangkap di perekatnya.



Semoga Bermanfaat....

Senin, 19 Desember 2016

Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik adalah material atau bahan non tanah bersifat "Inert" yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Media tanam hanya berfungsi sebagai penopang agar tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. 
Media tanam "Inert" adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara seperti halnya tanah, media tanam harus steril dan tidak mengandung unsur organik.

Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah tetapi memanfaatkan media Inert. media ini sudah diberi asupan unsur hara sesuai kebutuhan tanaman.

Beberapa persyaratan media tanam hidroponik adalah :

1. Tidak mempengaruhi larutan nutrisi : pH netral , ppm/EC kecil
2. Mempunyai pori pori yang baik, bisa menyimpan oksigen
3. Tidak menyumbat sistem pengairan

Beberapa media tanam yang direkomendasi oleh penulis :

A. Perlite dan Vermiculite.

Baik Perlite maupun Vermiculite memiliki fungsi yang sama, keduanya adalah lapisan mineral silica yang telah mengalami proses pemanasan pada suhu yang tinggi. Pemanasan tersebut telah mengakibatkan mineral mengalami pengembangan seperti pada jagung (pop corn). 

Perlite:  bahan yang steril porositas tinggi yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak dengan cepat serta mudah dikeringkan. 


Vermiculite digunakan untuk meningkatkan volume, drainase dan aerasi dari media perakaran.


Mana yang lebih bagus?
Keduanya sama-sama bagus dan lebih bagus lagi jika disatu padukan.
Perlite memiliki lebih banyak menyimpan nutrisi yg dibutuhkan tanaman serta drainase lebih baik. Sedangkan Vermiculite memiliki kelebihan pada kelembaban lebih baik dan dapat menahan lebih banyak kalium, kalsium dan magnesium



Semai dengan media Perlite + Vermiculite



B. Clay Pebble / Expanded Clay / Leca

LECA (Lightweight Expanded Clay Aggregate) atau disingkat menjadi Expanded Clay. Apabila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, LECA dapat diartikan kurang lebih sebagai Kerikil Tanah Liat Yang Memuai. 

Harap diperhatikan, anda jangan langsung berpikir tanah liat apa saja dapat dirubah menjadi Expanded Clay. Hal ini dikarenakan pembuatan Expanded Clay memerlukan tanah liat dengan komposisi khusus yang sudah ditetapkan. Selain itu pada Expanded Clay tidak boleh mengandung zat-zat yang berbahaya atau yang dapat mempengaruhi tanaman. Proses pembuatan Expanded Clay juga memerlukan suhu tinggi hingga 1.200 derajat celcius.

Dengan bentuk yang bulat, LECA adalah media tanam yang sangat  porous dan mampu menyediakan oksigen yang cukup bagi akar tanaman, pori pori pada LECA berfungsi untuk menyerap air nutrisi bagi tanaman dan LECA bisa dipakai berulang ulang sehingga menghemat media tanam.




C. Hydrocorn.

Hydrocorn merupakan produk clay pebble aggregates dengan bentuk tidak beraturan. Bentuk tidak beraturan dari media hidroponik ini berfungsi untuk memudahkan cengkraman akar pada media. Memiliki tingkat penyerapan air tinggi sehingga tidak mudah terapung sehingga juga cocok untuk Aquaculture. Tersedia dalam ukuran 8-16 mm.

Perbedaan dengan Hydro Clay Pebble adalah hydrocorn memiliki bentuk yang tidak beraturan berbentuk seperti jagung brondong (popcorn). Bentuk tidak beraturan ini bukannya tidak memiliki arti, bentuk ini memiliki fungsi khusus.

Selain itu hydrocorn juga memiliki lebih banyak pori dibandingkan hydro/hydroton. Pori ini berfungsi untuk menahan air sehingga cocok untuk aplikasi hidroponik yang membutuhkan banyak air.

Spesifikasi Hydrocorn dan fungsinya akan kami jelaskan di bawah ini:

Bentuk Tidak Beraturan. Bentuk media yang tidak beraturan ini mempermudah akar untuk mencengkeram permukaan media. Rambut akar akan bermunculan pada akar tanaman tersebut sehingga akan mempermudah penyerapan nutrisi maupun air.
Memiliki lebih banyak pori dibandingkan Hydro atau Hydroton. Dengan pori yang lebih banyak ini menyebabkan tingginya penyerapan air sehingga tidak mudah mengapung.

Sangat cocok untuk sistem hidroponik pasang surut (ebb and flow), sistem rakit apung (Deep Water Culture, DWC), dan sistem tetes (drip).  



Kelebihan Hydrocorn lainnya adalah:

1. Sangat terkenal di Eropa
2. Produk diimpor dari Belanda dan buatan Eropa
3. Memiliki sertifikasi RHP dari Belanda
4. Tidak mengandung logam berat, zat berbahaya maupun bibit penyakit (pathogen)
5. Dapat digunakan kembali (Reusable)
6. Menyediakan media yang aman dan stabil untuk pengakaran
7. Memiliki nilai CF (Conductivity Factor) alamiah yang rendah
8. Mempercepat pertumbuhan akar yang disebabkan banyaknya oksigen pada bagian akar
9. Dapat digunakan pada lapisan atas (topdress) tanah ataupun serabut kelapa (coco) untuk mencegah penguapan
10. Dapat dicampur langsung dengan tanah, serabut kelapa (coco) atau media non tanah lainnya untuk meningkatkan drainase air.


Hydrocorn dengan sertifikasi RHP



Hydrocorn untuk sistem tanam Organik : HydroCoco media hidroponik gabungan Hydrocorn Dengan Coir. Tentunya para pembaca sudah mengetahui manfaat dari Coconut Fibre (Coir) yang juga dikenal sebagai sabut kelapa.


Produk HydroCoco 60/40 dari Gold Label ini merupakan campuran 60% Hydrocorn berukuran 8 mm - 16 mm dengan 40% Coconut Fibre. Campuran untuk ini merupakan perpaduan yang sangat baik bagi tanaman hidroponik anda. 

Secara singkat, keuntungan dari media hidroponik Hydrocorn dengan bentuknya yang unik adalah menyediakan permukaan yang dapat dengan mudah dicengkram oleh akar serta menyediakan udara yang cukup untuk akar. Sedangkan keuntungan dari media hidroponik Coco Coir memudahkan pergerakan aksi kapiler air dan nutrisi sehingga mudah diserap akar. Media HydroCoco ini menggabungkan keunggulan dari dua macam media hydroponik menjadi satu!! Kombinasi dari dua media ini meningkatkan aksi kapiler, memacu pertumbuhan dari akar serta mengurangi frekuensi penambahan air apabila dibandingkan dengan hanya menggunakan clay pebble saja.

Mengapa menggunakan produk media hidroponik HydroCoco 60/40 dari Gold Label? 



Keunggulannya dapat dilihat berikut ini:

1. Menggunakan serabut kelapa (coconut fibre) berkualitas terbaik.
Serabut kelapa yang digunakan berasal dari pedalaman dan bukan dari tepi pantai. Hal ini dikarenakan serabut kelapa yang tumbuh di tepi pantai mengandung zat garam yang sangat tinggi yang tidak dapat berkurang walaupun telah dilakukan pencucian berulang kali. Dengan menggunakan kelapa yang berasal dari pedalaman, menjamin kadar garam pada serabut kelapa (coir) tidak akan tinggi.

2. Dipanggang menggunakan bahan bakar yang tidak mengandung logam berat (heavy metal) sehingga media ini tidak mengandung zat berbahaya yang dapat diserap tanaman.

3. Memiliki sertifikasi produk hortikultur RHP dari Belanda dan dinyatakan sebagai media dengan tingkat food-grade.

4. Media yang paling tepat untuk sistem hidroponik pasang surut (ebb and flow). Media ini juga cocok untuk sistem Wilma (Wilma System) dan  sistem lainnya dari IWS (Intelligent Watering System).

5. Meningkatkan pertumbuhan koloni bakteri menguntungkan mycorrhizae and trichoderma.


D. Akadama

Volcanic Akadama berasal dari batuan gunung berapi yang berongga berguna untuk menyimpan pupuk dan mengalirkan air sehingga tidak tergenang / sirkulasi.

Nama Akadama adalah dari bahasa Jepang " bola merah " , sejak jaman dulu sering dipakai sebagai media tanam tanaman unik dan bernilai jual tinggi seperti bonsai dan anggrek, tetapi sekarang ini media tersebut juga dipakai sebagai media Hidroponik khususnya tanaman buah seperti Melon, Cabe, Terong, Tomat.

Volcanic Akadama sangat dipuji oleh banyak penanam atau petani karena kemampuannya untuk menahan air dan nutrisi pupuk dan juga memberikan kerenikan (penyerapan) sehingga air dapat mengalir dengan baik dan tidak membusukkan akar / Aerasi.



E. Rockwool

Rockwool merupakan salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Media tanam ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.

Rockwool terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur, dan batu bara, yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat Celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava, dalam keadaan mencair ini, batuan tersebut disentrifugal membentuk serat-serat. Setelah dingin, kumpulan serat ini dipotong dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada pertanian, rockwool dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari tahap persemaian sampai pada fase produksi. Keungulan pemanfaatan rockwool sebagai media tanam yaitu:

1. Ramah lingkungan
2. Tidak mengandung patogen penyebab penyakit
3. Mampu menampung air hingga 14 kali kapasitas tampung tanah
4. Dapat meminimalkan penggunaan disinfektan
5. Dapat mengoptimalkan peran pupuk.


F. Sekam Bakar.

Salah satu media tanam yang banyak digunakan untuk berbagai macam tipe tanaman adalah sekam bakar. Sekam adalah kulit luar biji padi yang telah dilepas dan dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi.  Sekam bakar atau arang sekam banyak digunakan karena media yang dihasilkan dengan campuran ini bersifat porus, sehingga air dapat mengalir dengan lancar.
Sekam bakar tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relatif steril.

Indonesia adalah sentral penghasil biji padi dan otamatis sekam bakar menjadi satu alternatif media tanam yang paling murah dan gampang di dapat.



G. Cocopeat

Cocopeat merupakan media tanam yang terbuat dari sabut kelapa yang telah dihancurkan hingga membentuk butiran-butiran halus. Cocopeat di klaim sebagai media yang memiliki daya serap tinggi, sehingga mampu menyimpan air dalam jumlah banyak. Cocopeat mampu menahan air hingga 73% atau 6-9 kali lipat dari volumenya. Oleh sebab itu, frekuensi  penyiraman pun dapat dilakukan dengan lebih jarang, sehingga lebih bisa menghemat air.

Cocopeat yang telah steril dapat langsung digunakan sebagai media tanam. Steril dalam arti disini adalah telah melalui beberapa kali perendaman dan pencucian dengan air, sehingga kadar asam, zat tanin (zat anti gizi), jamur, kadar klor yang tinggi, garam serta berbagai penyakit yang ada di dalam cocopeat mentah menjadi berkurang.




H. Spon / Busa




Sertifikasi RHP.

RHP ini berakar pada tahun 1950 yang merupakan pusat riset yang menerbitkan peraturan untuk pengunaan potting soil. Pusat riset ini bekerja sama dengan pemerintah Belanda dan para pengusaha yang bergerak di bidang ekstrasi bahan baku dan pengolahan untuk potting soil. Pada tahun 1975,kerja sama ini berujung dengan didirikannya Regeling HandelsPotgronden (RHP) yang artinya kurang lebih 'Peraturan Perdagangan Tanah Untuk Pot'. Pada tahun 1986, lembaga RHP ini diprivatisasi.


Tugas dari lembaga RHP ini adalah untuk memastikan bahwa semua produk yang telah mendapat sertifikasi RHP:

Aman. Mulai dari proses produksi hingga sampai ke tangan pengguna.

Bersih. Produk bebas dari organisme patogen dan hama (phytosanitary clean) penyebab penyakit.

Bebas Gulma. Semua produk dengan sertifikasi RHP bebas dari gulma.

Pusat Riset/Pengetahuan. Setiap produk telah melewati riset inovatif dikarenakan produk hortikultur yang akan disertifikasi akan menghadapi berbagai syarat kualitas yang telah ditentukan.

Jaminan kualitas (Quality Assurance). Media yang memiliki sertifikasi RHP telah melewati proses seleksi dengan peraturan yang sangat ketat.

Sertifikasi dari RHP ini telah diakui di segala penjuru dunia. Dapat para pembaca lihat, untuk mendapatkan sertifikasi RHP sangat sulit sehingga semua produk yang mendapatkan sertifikasinya sangat dipercaya oleh para pecinta hidroponik. 

Kami sarankan untuk menggunakan produk media hidroponik dengan sertifikasi RHP!